Distribusi Batu Hitam Tolutu Bolsel Disorot, Nama Dayat dan Dugaan Bekingan Polisi Mencuat

BOLSEL235 Views

Kutipan.news, BOLSEL — Aktivitas distribusi batu hitam di Desa Tolutu, Kecamatan Tomini, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kembali menuai sorotan.

Di mana, isu yang mencuat bukan sekadar dugaan distribusi batu hitam, melainkan informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum polisi yang disebut-sebut membekingi aktivitas pengusaha berinisial DM alias Dayat.

Informasi tersebut mengemuka setelah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut distribusi batu hitam yang diduga berkaitan dengan Dayat berlangsung aman, meski sebelumnya pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melakukan penertiban.

“Iya, diduga Dayat bekerja sama dengan oknum polisi di Polres Bolsel,” ujar sumber, Selasa 13 Oktober 2026.

Sumber tersebut menduga adanya pengamanan ketika batu hitam diangkut maupun diturunkan. Kondisi itu, menurutnya, memunculkan pertanyaan mengenai siapa saja yang berada di balik kelancaran aktivitas distribusi tersebut.

“Iya, ada pengamanan saat mengantar atau menurunkan batu hitam,” aku dia.

Namun, dugaan kerja sama dengan oknum kepolisian maupun adanya pengamanan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Saat dikonfirmasi mengenai dugaan aktivitas distribusi batu hitam tersebut, Dayat mengaku tidak mengetahui persoalan yang dimaksud. Ia menyebut sedang berada di Suwawa.

“Kalau itu saya kurang paham, Pak, soalnya saya lagi di Suwawa ini,” tulis Dayat melalui pesan singkat.

Pernyataan tersebut belum menjelaskan lebih jauh mengenai dugaan keterkaitannya dengan distribusi batu hitam di Tolutu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bolsel, IPTU Iqbal Putra Saimuri, telah dikonfirmasi terkait informasi dugaan keterlibatan oknum polisi dalam aktivitas distribusi batu hitam tersebut.

Namun, hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi yang diberikan.

Situasi ini membuat dugaan tersebut masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut, terutama untuk memastikan legalitas aktivitas distribusi batu hitam, pihak-pihak yang terlibat, serta benar atau tidaknya informasi mengenai keterlibatan anggota kepolisian.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bolsel bersama Forkopimda telah melakukan penertiban terhadap aktivitas batu hitam di Tolutu pada akhir September 2026.

Karena itu, munculnya kembali informasi mengenai distribusi batu hitam memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan setelah penertiban dilakukan.

Jika aktivitas tersebut terbukti melanggar ketentuan, aparat penegak hukum diharapkan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku. Begitu pula dugaan keterlibatan oknum polisi perlu diperiksa secara objektif dan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Publik kini menanti penjelasan resmi Polres Bolsel: apakah distribusi batu hitam tersebut memiliki dasar legal, dan apakah benar terdapat anggota kepolisian yang terlibat dalam pengamanan aktivitas itu?

Klarifikasi dari seluruh pihak menjadi penting agar persoalan ini tidak berhenti sebagai isu, melainkan memperoleh kejelasan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan.

Comment