Kutipan.news, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pascabencana.
Bupati Bolsel secara resmi meresmikan penyalaan listrik bagi warga korban bencana banjir bandang tahun 2020 di Desa Pakuku Jaya, Kecamatan Tomini, melalui program kolaborasi Pemerintah Daerah bersama PLN Kotamobagu.
Peresmian ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat, khususnya para korban banjir bandang yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara permanen.

Program tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dengan PLN Kotamobagu dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat terdampak bencana.
Bupati Bolsel menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN Kotamobagu atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.
Ia menegaskan bahwa kehadiran listrik bukan hanya sebagai sarana penerangan, tetapi juga sebagai penunjang utama aktivitas ekonomi, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Penyalaan listrik ini adalah bukti nyata kehadiran negara bagi masyarakat korban bencana. Semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan taraf hidup dan mempercepat pemulihan sosial ekonomi warga,” ujar Bupati.
Sementara itu, Manager PLN Kotamobagu menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan akses listrik bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana maupun daerah yang masih membutuhkan layanan kelistrikan.
Dengan diresmikannya penyalaan listrik ini, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan berharap masyarakat Desa Pakuku Jaya dapat merasakan manfaat secara langsung serta terus bangkit dan berkembang pascabencana banjir bandang yang terjadi pada tahun 2020 lalu.

Kegiatan peresmian ini turut dihadiri oleh Manager PLN Kotamobagu, Ketua Komisi II DPRD Bolaang Mongondow Selatan Zulkarnaen Kamaru, Asisten I Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat Tomini. (Indang).












Comment