Penguatan Deteksi Dini, Kakan Kemenag Bolsel : Perkuat Ketahanan Masyarakat dan Bangun Sinergi Lintas Sektor

BOLSEL423 Views

Kutipan.news, BOLSEL – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Penguatan Pendeteksian Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan”.

Dimana, FGD merupakan langkah proaktif dalam menjaga kerukunan umat beragama dan mencegah potensi konflik di masyarakat.

Kegiatan dibuka langsung Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Bolsel H. Muh. Thaib Mokobombang, S.Ag.,MH, di Gedung PLHUT Kantor setempat, Kamis 31 Juli 2025.

Turut hadir, PLH Kesbangpol Pemda Bolsel,  Ketua MUI, tokoh agama NU Muhammadiah, Ketua GP Ansor, Kepala Seksi Bimas Islam, Kepala Kantor Urusan Agama se Kab. Bolsel, penyuluh agama Islam Kemenag Bolsel, para media.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam H. Moh. Zulkifli Latoale, S.Ag., M.H, bahwa FGD ini diikuti dari berbagai unsur pimpinan, tokoh agama, ormas Islam, dan stakeholder lainnya.

“Kegiatan ini dibiayai melalui DIPA Kantor Kemenag Katingan dan merupakan bagian dari agenda nasional Kementerian Agama yang diikuti dengan pengisian absensi dan kuesioner melalui sistem daring,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bolsel Thaib Mokobombag, dalam sambutannya mengatakan, pentingnya deteksi dini untuk memperkuat peran tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas dan Penyuluh Agama sebagai agen perdamaia.

“Ini perdana saya sebagai Kakan, bisa berkomunikasi dengan para Ormas, toko agama. Ini bisa jadi wujud sinergi kita punya komitmen yang sama bangun daerah yang harmonis, toleran dan penuh dengan kedamaian,” ujarnya.

Ia menyampaikan, deteksi dini sangat penting sebagai bagian dari upaya menjaga harmoni umat.

“Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat moderasi beragama dan mencegah potensi konflik melalui pemahaman yang utuh,” jelasnya.

Kekan Kemenag Bolsel Thaib pun menambahkan, bahwa pencerahan mengenai konteks keagamaan sangatlah penting, khususnya dalam memahami perbedaan antara masalah, kasus, dan konflik.

“Pemahaman yang tepat atas perbedaan ini krusial, terutama dalam konteks keberagaman   seringkali ketiga istilah ini digunakan secara bergantian, padahal masing-masing memiliki nuansa dan implikasi yang berbeda,” aku dia.

Ia pun berharap, seluruh elemen keagamaan di Kabupaten Bolsel dapat semakin solid dan bersinergi dalam menjaga kedamaian dan kerukunan.

“Kegiatan FGD ini menjadi salah satu wujud konkret komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman konflik sosial berbasis keagamaan, serta menjadi ruang diskusi strategis dalam membangun sinergi lintas sektor,”

“Semoga Allah SWT menyatukan hati kita, menjauhkan segala fitnah, permusuhan, menjaga kedamaian dengan sabar dan menjadi penguat bagi bangsa ini,” tutupnya. (Indang).

Comment