Kutipan.news, BOLSEL – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke 30.
Hal itu dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kartini ke 147 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat ini di Lapangan Alun-Alun Desa Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki pada Senin 27 April 2026.
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru SPt, MSi.
Membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Muh. Tito Karnavian, Bupati Iskandar menyebut bahwa usia tiga dekade otonomi daerah harus menjadi tonggak penguatan kapasitas fiskal dan efisiensi anggaran. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan daerah harus sinkron dengan program pusat agar mampu menekan ketimpangan pembangunan.
“Otonomi daerah adalah instrumen utama kita untuk memastikan pelayanan publik hadir lebih dekat dan nyata bagi masyarakat. Melalui tema ‘Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita’, saya meminta seluruh jajaran untuk memperkuat sinkronisasi anggaran dan inovasi birokrasi agar tepat sasaran,” ucapnya.
Selain aspek pemerintahan, Bupati juga memberikan atensi khusus pada peringatan Hari Kartini.
Ia menegaskan bahwa di Bolsel, emansipasi bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang tampak dari banyaknya perempuan yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemkab Bolsel.
”Terkait Hari Kartini, saya bangga menyampaikan bahwa di Bolsel, perempuan memiliki peran strategis di posisi-posisi kunci pemerintahan. Ini membuktikan bahwa profesionalisme adalah standar utama kita. Mari teladani semangat Kartini untuk membangun daerah yang lebih maju dan berkelanjutan,”
jelasnya.
“Saya berharap semangat Kartini terus menjiwai pembangunan daerah yang inklusif, di mana kompetensi menjadi panglima dalam pelayanan publik tanpa memandang sekat gender,” tambah Bupati.
Turut Hadir, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, Ketua TP-PKK Ny. Hj. Selpian Kamaru-Manoppo dan Sekretaris Ny. Rosdiana Abdul Hamid-Lapatola, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah M. Arvan Ohy SSTP, MAP, para pejabat tinggi pratama, administrator pengawas dan jajaran ASN, serta para Sangadi, hingga perwakilan organisasi perempuan. (Indang).












Comment