Paskah Oikumene Bolsel 2026! Bupati Iskandar Kamaru: Bangkitkan Harapan, Eratkan Kebersamaan

BOLSEL93 Views

Kutipan.news, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar Perayaan Paskah Oikumene 2026 di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim), Kamis 16 April 2026.

Ketua Panitia Martinus I Nyoman Suardana SPd dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata iman sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat.

“Maksud dan tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan iman kepada Tuhan serta mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, guna menghadirkan nilai-nilai kasih sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekda M. Arvan Ohy SSTP, MAP bersama para pejabat tinggi pratama Pemda, tokoh agama, pengurus Sinode GMIBM, warga Huntap, jemaat sekitar, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen di lingkungan Pemda Bolsel.

Sebagai bagian dari aksi nyata, para ASN juga melaksanakan program berbagi kasih dengan warga Huntap.

Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru SPt, MSi dalam amanatnya menegaskan bahwa Paskah harus dimaknai sebagai momentum pembaruan, baik secara spiritual maupun sosial.

“Paskah tahun ini berbicara tentang harapan di tengah luka. Kami memahami proses adaptasi di lingkungan baru bagi masyarakat huntap tidaklah mudah, namun makna Paskah diharapkan mampu menciptakan pembaharuan masyarakat untuk hidup berdampingan dalam damai,” urainya.

Dalam acara yang bertema “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” ini, Bupati juga menyoroti pentingnya membangun harmoni di tengah perbedaan latar belakang masyarakat, khususnya di kawasan Huntap.

Menurutnya, gesekan sosial dalam proses adaptasi merupakan hal yang tidak terhindarkan. Namun, nilai-nilai Paskah justru mengajarkan pentingnya membangun relasi yang saling memahami.

“Perbedaan adalah realitas, tetapi juga peluang untuk memperkuat persaudaraan. Di sinilah makna kebangkitan menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Ia pun mengapresiasi keharmonisan umat beragama di Bolsel, di mana perayaan Paskah berlangsung beriringan dengan Idulfitri, Lebaran Ketupat, dan Nyepi. Hal ini menjadi bukti indahnya kebersamaan sebagai sesama ciptaan Tuhan.

Pada momen itu, top eksekutif ini juga memastikan bahwa masyarakat Huntap telah resmi menjadi bagian dari Desa Modisi secara administrasi, sementara proses penghapusan desa asal di Kabupaten Kepulauan Sitaro masih berjalan di tingkat pemerintah pusat.

“Status Kependudukan secara administrasi, warga Huntap kini telah resmi menjadi warga Desa Modisi. Segala komunikasi terkait rencana pemekaran desa harus dikoordinasikan secara baik dengan pemerintah desa induk,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh unit rumah Huntap telah memiliki sertifikat atas nama pemilik masing-masing guna menjamin kepastian hukum.

Selain isu sosial, pimpinan daerah ini juga mengingatkan agenda nasional yang akan berlangsung, yakni Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Masyarakat diminta berpartisipasi aktif demi penyediaan data ekonomi yang akurat.

Di sisi lain, kegiatan verifikasi lapangan seperti Ground Check PBI-JKN dan Ground Check PLN juga tengah dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Akhirnya, Bupati Iskandar mengajak masyarakat menjadikan Paskah sebagai titik balik untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan persatuan.

“Harapan harus terus hidup. Dari tempat ini, kita belajar bangkit bersama dan menjadi pembawa damai di tengah masyarakat,” tandasnya.

Sebagai informasi, perayaan Paskah ini didukung oleh berbagai pihak melalui sumber dana dari Pemda Bolsel serta sumbangan para sponsor dan donatur, di antaranya: PT. JRBM dan Bank SulutGo, Keluarga Salea-Bawele, Sangadi Modisi, serta para donatur di wilayah Pintim. (Indang).

Comment