Rapat Evaluasi MBG, Wabup Bolsel Deddy Dorong Transparansi dan Pemanfaatan Produk Lokal

BOLSEL106 Views

Kutipan.news, BOLSEL – Wakil Bupati (Wabup) Deddy Abdul Hamid selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) memimpin rapat evaluasi pelaksanaan program strategis nasional.

Dimana, kegiatan ini berlangsung di Ruang Berkah, Kantor Bupati Bolsel, Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, pada Senin 11 Mei 2026.

​Dalam arahannya, Wabup Bolsel Deddy menegaskan bahwa Program MBG merupakan proyek strategis nasional yang menuntut komitmen dan tanggung jawab penuh.

Ia mengingatkan seluruh pihak agar menjalankan amanah ini dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

​“Saya meminta seluruh pelaksana, baik SPPG maupun vendor, agar mengutamakan integritas. Jangan semata-mata mengejar keuntungan, tetapi pastikan kualitas gizi yang diberikan sesuai dengan porsi anggaran. Ini demi kesehatan anak-anak kita, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya,” ujarnya.

​Wabup juga mengingatkan pentingnya transparansi di tengah arus keterbukaan informasi. Menurutnya, setiap aspek pelayanan kini diawasi langsung oleh masyarakat melalui media sosial, sehingga akuntabilitas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

​Selain aspek gizi, pasangan sehati Bupati Iskandar Kamaru ini mendorong agar program MBG memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Ia menginstruksikan agar bahan baku makanan diprioritaskan dari pemasok lokal di wilayah Bolsel.

​“Optimalisasi sumber daya lokal harus menjadi prioritas guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bolsel. Dengan target pengembangan hingga 11 dapur MBG yang direalisasikan secara bertahap, sinergi antara ahli gizi dan Tim Satgas harus semakin solid,” tandasnya.

Rapat dihadiri oleh para pimpinan perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Satgas MBG, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG), para Kepala SPPG, serta jajaran Ketua Yayasan dengan fokus utama mengevaluasi progres pelaksanaan program, mencakup pemenuhan standar gizi, tata kelola anggaran, kesiapan SDM, hingga optimalisasi peran mitra lokal. (Indang).

Comment